SEKILAS INFO
  • Selamat Datang Di Website  MAN 3 Bone
  • PPDB segera dibuka! Persiapkan berkasnya yaa!
  • Tetap Jaga Kesehatan! Terapkan 4 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun, Menjaga Jarak, dan Membaca Doa)
15
Mar 2021

Ujian adalah tantangan seseorang untuk mengetahui tingkat kemampuannya dalam sebuah proses yang telah Ia lalui. Begitupun dalam dunia pendidikan, seorang peserta didik akan diberikan sebuah ujian untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap sebuah materi dalam tahun ajaran tersebut. ujian diberikan untuk mengantarnya ke taraf yang lebih tinggi yaitu jenjang pendidikan selanjutnya. sehingga peserta didik mampu mengetahui tingkat potensi diri yang ia miliki. Sehingga bermanfaat dalam pemilihan jurusan ataupun jenis pekerjaan yang ingin ia geluti dalam kehidupan berikutnya.

Peserta didik yang telah menjalani masa sekolah selama tiga tahun khususnya jenjang sekola lanjutan tingkat atau atau madrasah aliya, maka dalam proses akhir akan diberikan sebuah ujian. Tujuannya tak lain bukan untuk mengukur apakah lulus atau tidak tapi lebih daripada itu. Hal ini bertujuan untuk mengukur bagaiamna seorang peserta didik mempersiapkan dirinya ke jenjang lebih tinggi. Hal inipun sesuai dengan ajaran agama kita bahwa ujian diberikan kepada seseorang hamba untuk mengetahui tingkat keimanannya. Apakah dia mampu melewati ujian itu ataukah akan gagal dan dijadikan bahan intropeksi diri.

Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) merupakan sebuah kegiatan akhir yang diberikan kepada peserta didik yang duduk di bangku kelas XII. UMBK ini adalah sebuah inovasi yang awalnya menggunakan kertas, kearah yang lebih baik yaitu dengan memanfaatkan teknologi digital. Sehingga, mampu dilakukan penghematan penggunaan kertas dan juga bisa menjadi solusi menjaga lingkungan dari sampah kertas.

Setiap tahun proses UMBK dilakukan secara serentak. Sama halnya di tahun ini, seluruh madrasah sedang melaksanakan proses UMBK 2021 pada tanggal 15 Maret. Proses UMBK ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi form yang tersedia. Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 3 Bone sendiri turut ambil peran dalam proses UMBK ini. Hal itu terlihat dari persiapan proses pelaksanaan ujian. Mulai dari pembentukan panitia sampai ke penentuan aplikasi yang akan digunakan dalam proses tersebut. Penentuan form yang tepat harus diperhatikan disebabkan oleh kondisi geografis yang ada di wilayah kerja MAN 3 Bone tidak semua sama. Beberapa siswa tinggal di daerah yang jaringan internetnya masih kurang, sehingga pemilihan form harus yang bisa dijangkau dengan jaringan yang cukup sedang. Apalagi ditambah dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengumpulkan peserta dalam satu ruangan karena masih terkendala oleh pandemik.

Meskipun demikian semangat siswa untuk mengikuti UMBK tidak surut. Hal itu terlihat dari partisipasi peserta didik yang mengikuti ujian sangat besar. Meski mereka harus mengungsi untuk mencari jaringan yang stabil pada saat ujian berlangsung. Ada yang mengungsi ke rumah keluarganya, ada pula yang harus cari tempat di sudut-sudut rumahnya.

Hal ini pulalah yang membuat proktor MAN 3 Bone semakin bersemangat, mereka rela disita waktu istirahatnya untuk fokus terhadap kelancaran proses ujian ini. Salah seorang diantara mereka, Ardiansyah guru yang terkenal dengan kemerduan suaranya ini, sangat antusias untuk menginput soal-soal UMBK yang telah dikirmkan oleh pembuat soal. Bahkan dia rela 24 Jam tetap berada di sekolah untuk memastikan proses ujian kali ini berjalan dengan lancar sehingga peserta ujianpun merasa terlayani.  Bukan hanya itu, menurutnya tak ada hari libur demi tanggung jawab yang harus diselesaikan. “Kalau saya pak yang penting ada kopi dan nasu cukka” katanya disela canda diantara proktor yang memecah keheningan malam itu. Itulah obat dan semangat mereka, selalu bercanda dan selalu mencari solusi Bersama Ketika ada permasalahan yang terjadi di lapangan. “Karena semangat dari pak Irwan sebagai ketua proktor kita, itulah yang semakin membuat kita semangat” kata Pak Yusri yang juga dikenal sebagai pak Imam di Desa Tungke.

Dalam pelaksanaan ujian tersebut, masing-masing sudah mempunyai perannya masing-masing. Ada yang bertugas sebagai pembuat soal, teknisi, dan proktor. Soal yang diramu oleh tim ini dibentuk dari pengajar kelas X sampai dengan pengajar kelas XII. Begitupun dengan proktor yang bertugas untuk menginput soal ke aplikasi sehingga siap untuk digunakan oleh peserta ujian.

Pelaksanaan UMBK di MAN 3 Bone ini pesertanya bukan hanya dari peserta didik MAN 3 Bone tetapi ada juga dari wilayah Kelompok Kerja Madrasah (KKM) yang bergabung dalam UMBK tersebut. Adapun wilayah KKM yang bergabung adalah tersebut adalah MA Nusa, MA Al-Amin, MA Jangkali, MA Ar-Rahman Patimpeng, MA Gattareng, MA Lita, MA Mattirodeceng, MA Barugae, MA Al-Ikram Bulukasa, MA DDI Maspul, MA Al-Hidayah Paccing, MA Al-Ihsan Bengo, MA Nurul Birri Maradda, MA DDI Nur Annas, MA Baytul Mukaddas, MA Bahong Langi. Total jumlah siswa yang mengikuti UMBK Kali ini sebanyak 897 orang.

Taharuddin, S.Pd.,MA selaku kepala MAN 3 Bone, berharap ujian kali ini bisa berjalan dengan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya meski dalam kondisi yang berbeda tentunya. Dia juga berharap agar seluruh kepala madrasah yang tergabung dalam wilayah KKM MAN 3 Bone turut ambil andil dalam proses pelaksanaan UMBK di madrasah masing-masing.

LOKASI 1
Jl. Poros Makassar-Bone, Leppangeng
Desa Patangkai Kec.Lappariaja
Kabupaten Bone
SULAWESI SELATAN ~ 92763

LOKASI 2
Jl. Poros Camming Pabrik Gula
Desa Tungke - Kecamatan Bengo
Kabupaten Bone
SULAWESI SELATAN ~ 92763